VOKALIS grup band Slank, Kaka, bersama istrinya, Natascha Oking, melakukan lari amal sejauh 12 km di Flores, NTT, demi berdonasi untuk akses air bersih di Kabupaten Nagekeo. Keduanya mengambil titik start lari pada Sabtu (31/10) dari terminal Watujaji, Kota Bajawa, hingga finis di kampung Bena, Kabupaten Ngada.

Kaka dan Natascha mengambil jarak yang lebih pendek pada jalur yang sama dengan 15 pelari yang berlari dari Kota Mbay, Nagekeo, dengan jarak tempuh 86 km hingga finis di Kampung Bena. Kaka Slank bersama istrinya Natascha melalukan start di Watujaji, Sabtu (31/11), pukul 13.30 Wita, dan mencapai garis finis di Kampung Bena pukul 14.33.

Kegiatan lari itu merupakan bentuk amal yang digagas Plan Indonesia dengan melibatkan 100 pelari yang berlari pada 13 kota, yakni Mbay-Nagekeo, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Sorong, dan Brisbane-Australia.

Kaka Slank dan istri yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan keprihatinannya terhadap anak-anak perempuan untuk akses air bersih di Indonesia Timur dan berharap dengan donasi ini bisa mengatasi masalah yang ada serta ingin melihat keindahan Flores sambil berdonasi.

“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olahraga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka. Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya, dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain. Anak perempuan dan laki-laki seharusnya mendapatkan keduanya dengan setara,” ujar Kaka Slank.

Ini merupakan kali kedua Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar lari amal Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya pemenuhan hak untuk kebutuhan akses air bersih yang lebih memadai di Nagekeo, NTT.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.

Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp2 miliar dari target Rp600 juta. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur.

Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih.

Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih sering kali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.

“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek, baik ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” pungkasnya. (OL-14)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code