Jakarta (ANTARA) – Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani mengatakan bahwa kolaborasi merupakan sebuah cara untuk selamat dari masa pandemi.

“Sekarang ini hal yang membuat kita selamat adalah kolaborasi, ini adalah platform di mana Anda akan saling kenal dan mendengar pencerahan-pencerahan yang biasa memberikan motivasi dan yang saya salut adalah isu-isu mengenai yang ada sekarang, isu-isu mengenai sampah, youth ini yang harus kita aware,” ujar Rizki dalam jumpa pers “IDEAFEST 2020”, Kamis.

Baca juga: Kemenparekraf gelar simulasi protokol 3K destinasi pariwisata nasional

Baca juga: Pelaku parekraf diajak gunakan platform digital saat komunikasi krisis

Rizky mengatakan saat ini kolaborasi dan kontribusi dari masyarakat sangat penting untuk membantu pemulihan ekonomi dan kesehatan di Indonesia. Rizky berharap anak muda pun dapat ikut serta di dalamnya dengan memberikan inovasi baru di bidang ekonomi kreatif.

“Jangan berpikir tentang diri sendiri tapi berkolaborasi, berkontribusi, dan inovasi saya pikir ini adalah yang dibutuhkan oleh orang-orang sekarang di masa saat ini,” kata Rizky.

IDEAFEST 2020 menghadirkan lebih dari 110 tokoh kreatif yang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide inspiratif di antaranya Baim Wong, Raisa Andriana, Najla Bisyir, Tantri Namirah, Jonathan Sudharta, Elora Hardy, Keenan Pearce, Marissa Anita dan Lizzie Parra.

Kehadiran para tokoh inspiratif ini dinilai sangat tepat memotivasi jiwa muda dan masyarakat bahwa dalam masa pandemi tetap ada peluang untuk berkarya dan berinovasi.

“Dengan motivasi-motivasi saya pikir IDEAFEST memotivasi masyarakat bahwa masih ada kok pelangi setelah ini,” ujar Rizky.

IDEAFEST sendiri berlangsung secara virtual pada 5-15 Novemver 2020 dan mengusung tema “Restart”.

Sementara itu, Rizky mengatakan saat ini Kemenparekraf sedang mengatakan berbagai kegiatan yang bersifat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan membuat protokol kesehatan untuk destinasi pariwisata agar bisa tetap bergerak.

“Kita mempersiapkan, pengembangan SDM, banyak pelatihan-pelatihan yang kita berikan. Kita juga membuat protokol kesehatan seperti apa new normal, karena kita enggak mungkin sama dengan yang dulu, maka kami menyusun beberapa protokol lalu mensosialisasikannya dan kemudian mengimplementasikannya,” ujar Rizky.

Baca juga: Kemenparekraf sosialisasi protokol CHSE kepada ekspatriat India

Baca juga: Hotel dan restoran diminta pahami mekanisme dana hibah pariwisata

Baca juga: Kemenparekraf gandeng 6 organisasi terbitkan buku proyeksi disain

Pewarta: Maria Cicilia

Editor: Ida Nurcahyani

COPYRIGHT © ANTARA 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code