Jakarta (ANTARA) – Pilek bisa sangat menular, menyebar melalui udara, kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, dan bahkan melalui kotoran orang yang terinfeksi.

Laman MedlinePlus mencatat, masa inkubasi pilek atau lamanya waktu antara saat Anda terinfeksi dan mulai menunjukkan gejala biasanya sekitar dua atau tiga hari. Pada saat itulah Anda mungkin paling rentan menulari orang lain atau tertular.

“Pilek paling umum disebabkan oleh virus dan periode infeksi tertinggi biasanya satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala dan selama dua hingga tiga hari pertama gejala,” kata Jazmine Sutton, dokter di Cleveland Clinic seperti dilansir dari Health, Selasa.

Gejala ini yakni sakit tenggorokan, pilek, batuk, bersin, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Beberapa kondisi pilek bisa meningkatkan suhu tubuh, demam yang umum dialami mereka yang terkena flu, COVID-19 atau penyakit akibat virus lainnya.

Baca juga: Sembelit hingga luka lama pulih pertanda sistem imun melemah

Baca juga: Madu bisa atasi pilek lebih baik dari obat

Setelah pilek muncul, gejala tersebut dapat berlangsung dari beberapa hari hingga dua minggu, dan dalam sebagian besar kasus, pilek umumnya tidak lagi menular setelah minggu pertama.

Tetapi hal tak selalu tepat. Selama Anda masih batuk atau menunjukkan gejala apa pun, Anda mungkin masih menulari orang lain.

“Kadang-kadang, Anda mungkin mengalami batuk terus-menerus selama satu atau dua minggu lagi, setelah Anda mulai merasa lebih baik,” kata Sutton.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Anda masih dapat menularkan penyakit bahkan setelah gejalanya hilang, karena sesuatu yang disebut pelepasan virus, atau ketika virus bereplikasi di dalam tubuh dan keluar ke lingkungan.

Pada dasarnya, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain selama musim pilek, flu ialah terus melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak secara fisik dari orang sakit.

Lalu, jika Anda memang terserang pilek, flu, sebaiknya perhatikan gejala Anda sendiri dan mencoba mengisolasi diri selama beberapa hari dan tetap waspada setelah itu, sampai Anda kembali sehat 100 persen.

Baca juga: Cegah pneumonia, jangan cium balita kalau Anda batuk dan pilek

Baca juga: Kenali pneumonia yang sering dianggap sebatas pilek

Baca juga: Hidung tersumbat dan pilek tak selalu pertanda COVID-19

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa

Editor: Maria Rosari Dwi Putri

COPYRIGHT © ANTARA 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code