TIMNAS Italia berhasil menyegel tiket masuk semifinal UEFA Nations League setelah menang 2-0 atas timnas Bosnia-Herzegovina dalam laga lanjutan Liga A Grup 1, kemarin dini hari WIB. Sepasang gol kemenangan Azzurri dicetak Andrea Belotti (22’) dan Domenico Berardi (68’).

Atas hasil tersebut, pelatih timnas Italia Roberto Mancini mengaku sangat senang. Namun, dia lebih menyoroti performa pemain mudanya yang impresif selama berlaga di UEFA Nations League.

“Ini akan menjadi luar biasa, itu (semifinal UEFA Nations League) akan berlangsung setelah Euro. Kami sangat senang. Saya ingin berterima kasih kepada semua pemain muda yang berkontribusi untuk sampai pada titik ini,” kata Mancini.

Alessandro Bastoni menjadi salah satu junior yang disorot Mancini. Bastoni telah dimasukkan ke skuad untuk mengisi lini belakang. Pemain berusia 21 tahun yang memperkuat Inter Milan itu tampil mengesankan pada debutnya melawan Estonia dan mempertahankan posisinya di tim setelah menang atas Polandia dan Bosnia-Herzegovina.

“Bastoni ialah seorang anak muda yang telah memainkan 3 pertandingan dalam 10 hari, bermain lebih baik dan lebih baik lagi setiap saat,” kata Mancini.

Selain Italia, yang juga masuk babak empat besar ialah Belgia. Dengan kemenangan 4-2 atas Denmark, kemarin dini hari WIB, Belgia memimpin klasemen Liga A Grup 2. Belgia sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang unggul cepat lewat gol Youri Tielemans di menit ke-3. Gol ini dibalas tim tamu melalui Jonas Wind pada menit ke-17. 

Romelu Lukaku membawa timnya kembali memimpin di menit ke-56. Setelah itu, bomber Inter Milan itu mencetak gol keduanya di menit ke-69. Bunuh diri Nacer Chadli di menit ke86 membuat skor berubah menjadi 3-2. Namun, upaya Denmark mengejar ketertinggalan berakhir setelah semenit kemudian Kevin de Bruyne mencetak gol keempat Belgia.


Tetap latih Jerman

Joachim Loew dipastikan tidak akan kehilangan posisinya sebagai pelatih timnas Jerman meski skuadnya secara memalukan kalah 0-6


dari Spanyol di fase grup UEFA Nations League, Rabu (18/11).

Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Fritz Keller mengakui memang selalu ada kemungkinan hadirnya momen sulit karena Jerman melalui periode transisi menjelang Piala Eropa 2020.

“Saya berada di ruang ganti setelah peluit akhir dan saya merasakan kekecewaan yang luar biasa dari semua orang,,” ujarnya.

Namun, dia tetap yakin Loew dapat membalikkan situasi dan menciptakan tim yang mampu bersaing. “Kami membuat keputusan untuk membawa perubahan dengan banyak pemain baru dan muda dengan perspektif tertentu. Seperti yang terlihat kemarin, jalur ini bisa menjadi lebih sulit dan juga mengarah pada kekalahan yang menyakitkan,” jelasnya.

“Namun, bahkan jika kami semua ingin keluar dari kesulitan ini, tantangan kami masih berupa membentuk tim yang kuat untuk tiga


turnamen besar berikutnya, yaitu Piala Eropa tahun depan, Piala Dunia, dan Piala Eropa di kandang sendiri pada 2024,” lanjutnya. (FootballItalia/Goal/R-3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code