Jakarta (ANTARA) – Saat turis mancanegara mengikuti tur berpemandu ke Château de Chenonceau, salah satu permata di Lembah Loire Prancis, mereka sering kali tertarik dengan huruf C yang saling terkait yang muncul di seluruh kastil.

Huruf C itu adalah inisial dari Catherine de Medici, mantan ratu Prancis yang potretnya tergantung di atas cerobong asap batu penuh ukiran renaisance yang rumit, yang dipesan khusus.

Kendati Catherine de Medici hidup beberapa abad yang lalu, logo C yang saling terkait itu sangat identik dengan logo dari rumah mode Chanel.

Chenonceau pada abad ke-16 dikenal sebagai Chateau des Femmes (Kastil Wanita), karena hubungannya dengan beberapa wanita yang memiliki pengaruh kuat dalam sejarah.

Sebut saja Diane de Poitiers, selir Raja Henry II namun memiliki pengaruh kuat. Kemudian saingannya, Catherine de Medici yang merupakan istri Taja Henry II yang juga memiliki pengaruh politik yang kuat. Kastil ini diapit oleh taman yang dibuat oleh De Poitiers yang konon telah mempertahankan kecantikan legendarisnya dengan mandi di Sungai Cher.

Para model memamerkan koleksi busana Chanel di Château de Chenonceau, Loire, Prancis pada Selasa (1/12). (ANTARA/Chanel)

Inilah yang memberikan inspirasi bagi Gabrielle “Coco” Chanel, sang pendiri label Chanel, untuk turut menggunakan lambang C yang saling terkait itu sebagai logo rumah modenya.

Alasan ini pula yang kemudian diambil oleh Direktur Kreatif Chanel, Virginie Viard, untuk menggelar pagelaran busana Le Château des Dames’ 2020/21 Métiers d’art di kastil tersebut.

Viard mengambil keindahan bunga dan desain parterre sebagai motif bordir dalam koleksinya kali ini. Desain-desain itu ditata ulang dengan apa yang dia gambarkan dengan “sentuhan Disney”.

Baca juga: Chanel sajikan kemewahan Hollywood ke Paris Fashion Week

Baca juga: Meryl Streep sebut Karl Lagerfeld rusak penampilannya di Oscar

Monokromatik

Palet warna dalam koleksi ini sebagian besar monokromatik, terinspirasi oleh para bangsawan perempuan yang pernah tinggal di kastil tersebut. Selain itu Coco Chanel sendiri memiliki gaya yang minimalis dan monokromatik.

Para model memamerkan koleksi busana Chanel di Château de Chenonceau, Loire, Prancis pada Selasa (1/12). (ANTARA/Chanel)
Para model memamerkan koleksi busana Chanel di Château de Chenonceau, Loire, Prancis pada Selasa (1/12). (ANTARA/Chanel)

Sewaktu hidup Diane de Poitiers terkenal hanya mengenakan pakaian berwarna hitam dan putih. Sementara De ‘Medici selalu mengenakan pakaian hitam, sesekali terlihat dengan kerah putih yang acak-acakan. Itu juga merupakan tampilan favorit Coco, warna-warni monokromatik namun tetap terlihat mewah dan elegan

Viard kemudian memberi penghormatan kepada keduanya dengan meletakkan kerah putih pada mantel hitam yang mengembang menjadi keliman asimetris, tetapi dia menyeimbangkan siluet yang lebih keras dengan wol mewah dan rajutan.

“Banyak desain yang dikerjakan berdasarkan naluri,” kata Viard dikutip dari laman Vogue.

Untuk koleksi Métiers d’Art ini, Viard ingin memamerkan hasil pengerjaan yang luar biasa dari 38 pemasok Maison d’Art yang telah diperoleh Chanel selama beberapa tahun terakhir. Dari pembuat lipit dan kancing hingga ahli sulam.

Mantel dan jaket hitam ramping dengan kerah ruff ibarat intrik-intrik di istana, sementara rompi kulit berlapis dan jaket berlengan bouffant memancarkan kesombongan seorang pangeran di jaman renaisans.

Namun sang desainer menanggapi aura kastil seperti dongeng di dalam cerita Disney, yang melatarbelakangi sungai Cher dan dikelilingi oleh hutan dan taman yang megah.

“Itu adalah suatu tempat antara film animasi dan film petualang yang biasa saya tonton saat kecil,” kata Viard.

Para model memamerkan koleksi busana Chanel di Château de Chenonceau, Loire, Prancis pada Selasa (1/12). (ANTARA/Chanel)

“Wanita di dalam kastil itu selalu tampak anggun namun seksi. Saya juga sangat terinspirasi oleh lantai hitam putih bak papan catur di ballroom. Catherine de ‘Medici dan Coco Chanel, ini adalah perpaduan dari segalanya.”

Sebagai contoh Viard melihat galeri di atas jembatan sebagai inspirasi dari tampilan gotik dengan rok mini payet hitam putih seperti papan catur (dengan tas tangan yang serasi) yang dikenakan di atas legging lycra (atau beludru strech berhiaskan berlian).

Kemudian ada rok tenun berbahan wol yang dipasangkan dengan switer hitam bermotif bunga putih khas renaissance pada bagian lengan. Adapula jubah, poet blouse, sarung tangan gauntlet, sepatu bot mirip seperti tokoh D’Artagnan untuk sedikit gaya berpakaian abad ke-16, tetapi ada juga baju olahraga manik-manik yang mewah, atau shirtdress denim bertaburan bunga untuk pakaian kala sedang bekerja di rumah.

Baca juga: Koleksi “Cruise 2021” Chanel, pulau Capri yang diboyong ke Paris

Baca juga: Chanel pamerkan koleksi “Cruise 2021” secara digital

Pada koleksi ini Viard mengaku juga mendapat inspirasi dari koleksi musim gugur 1983 “Trompe l’oeil” milik Lagerfeld untuk Chloé. Viard menuangkan inspirasinya itu ke dalam ikat pinggang pada ballskirt berbahan satin yang dikenakan dengan blus organza.

Permadani dalam kastil ini juga menjadi inspirasi yang tertuang dalam tampilan rajutan intarsia dan switer bordir Lesage. Adapula pita hitam beludru yang diletakkan di atas organza tembus pandang.

Drama pun tertuang dalam rancangan mantel beludru hitam yang menyapu lantai, dan didalamnya dipadu dengan jaket Chanel tradisional berkancing emas.


 

Tanpa tamu

Laman WWD melaporkan bahwa pada awalnya Chanel berharap dapat mengundang 200 tamu ke peragaan busana yang pertama digelar Viard di luar kota Paris itu. Namun kondisi akibat pandemi memaksa merek tersebut untuk merevisi rencananya.

Viard lalu menggelar peragaan busana yang ditampilkan dalam bentuk mini film, dari dalam ballroom kastil yang digelar pada hari Selasa (1/12). Peragaan busana itu melibatkan model dan kru yang mencapai 300 orang, dan seorang tamu VIP yaitu Kristen Stewart. Stewart sendiri akan tampil dalam sejumlah kampanye Chanel.

“Sungguh, satu-satunya perbedaan dengan apa yang kami rencanakan pada awalnya adalah tidak ada tamu,” kata Bruno Pavlovsky, presiden mode dan presiden Chanel SAS seperti dilansir dari WWD.

“Meskipun dipamerkan melalui video dan tidak live, hasilnya akan sama dengan runway show. Kami telah mencoba memastikan bahwa semua bahan tersedia untuk menciptakan kesan yang sama,” tambah Pavlovsky.

Untuk pertama kalinya, rumah mode tersebut memproduksi konten eksklusif yang hanya dapat dibuka dengan undangan. Ini termasuk foto-foto kastil oleh Teller, yang juga telah disusun menjadi buku, serta klip audio yang menggambarkan sejarah tempat itu.

Narator dalam video itu adalah Keira Knightley, yang bercerita dalam bahasa Inggris, Penélope Cruz dalam bahasa Spanyol dan Anna Mouglalis dalam bahasa Prancis.

Baca juga: Corona, Chanel janjikan donasi jutaan dolar dan turut produksi masker

Baca juga: Koleksi busana Chanel yang manis untuk musim dingin

Baca juga: Terinspirasi panti asuhan, ini koleksi pertama Viard untuk Chanel

Oleh Maria Rosari Dwi Putri

Editor: Alviansyah Pasaribu

COPYRIGHT © ANTARA 2020

1 KOMENTAR

  1. A lot of thanks for all your efforts on this site. Gloria loves engaging in investigation and it’s easy to understand why. Almost all know all concerning the dynamic means you give important secrets on the web blog and as well encourage contribution from others on that concern plus our daughter is always discovering a lot. Have fun with the remaining portion of the new year. You’re the one conducting a good job.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code