Lokasi kejadian diduga adanya penyerangan antara pihak HRS dan OTK, di jalur tol Jakarta-Cikampek Km 50. Kondisi terpantau normal tanpa ada kerusakan.

Foto: Republika/Zainur mahsir ramadhan

CCTV di lokasi bentrok FPI dan polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 tak bisa diakses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya terus mendalami insiden penyerangan terhadap petugas kepolisian yang diduga dilakukan oleh simpatisan Front Pembela Islam (FPI), pada Senin (7/12) dini hari di Tol Jakarta-Cikampek, KM 50. Termasuk soal rusaknya sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/12), tidak menjelaskan secara detail. Namun, semua upaya akan dilakukan semua termausk identitas kendaraan yang sampai saat ini belum tertangkap akan ditelusuri.

“Orang (yang) belum tertangkap akan kita lakukan porses lebih lanjut,” kata Tubagus.

Selain itu, Tubagus juga menegaskan penyelidikan tidak hanya berhenti di kasus penyerangan petugas. Tetapi penyidik bakal mengusut tuntas, terutama terkait keberadaan dua senpi berjenis Revolver yang disebut polisi milik anggota laskar khusus FPI.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk menangani kasus ini. Diketahui sudah tiga peluru yang ditembakkan dari dua senpi jenis revolver tersebut.

“Penyelidikan tidak sampai di sini, kita akan telusuri siapa pemilik senpi, bagaimana cara memperolehnya dan sebagainya, dikaitkan dengan yang terlibat di dalam pertiswa tersebut,” terang Tubagus.

Dikonfirmasi terpisah, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengakui CCTV Tol Jakarta-Cikampek, KM 50 sempat tidak bisa diakses melalui Mobile CCTV Jasamarga. Menurutnya, beberapa CCTV di wilayah Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat itu sedang dilakukan perbaikan.

“Ya sempat tidak bisa diakses karena putusnya kabel fiber optic pada wilayah ruas antara Karawang Barat sampai Cikampek. Maka, dilakukan perbaikan,” katanya saat dihubungi Republika, Senin (7/12).

Berdasarkan pantauan Republika pada pukul 19.53 WIB, di Mobile CCTV Jasamarga, rekaman CCTV Gerbang Tol Cikampek Utama 1, Gerbang Tol Cikampek Utama 2, KM 49 sampai Gerbang Tol Cikampek saat ini dapat kembali diakses video CCTV-nya. Padahal sebelumnya, pada pukul 15.21 WIB rekaman CCTV di sekitar KM 49 sampai Gerbang Tol Cikampek tidak bisa diakses. Lalu, saat ini di tol Cikampek pada KM 1, KM 4 dan KM 9 rekaman CCTV nya tidak bisa diakses dan tertulis “Maintenance”.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code