KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan penanganan rasuah akan sulit jika lembaganya hanya bergerak sendiri. Sinergi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan dinilai merupakan kombinasi paling manjur dalam pemberantasan korupsi.

“Agar upaya pemberantasan korupsi di republik ini berada dalam satu orkestra, tidak berjalan sendiri-sendiri, mengingat luasnya wilayah hukum Indonesia yang harus ditangani,” kata Firli di Jakarta, Rabu (30/12).

Firli mengatakan KPK bertujuan meningkatkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Salah satu fungsi KPK dalam undang-undang yang berlaku harus bisa jadi pemicu penegakan hukum, dan membuat penyelenggara negara bekerja dengan efektif dan efisien.

“Sehingga dapat semakin berdaya guna dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujar Firli.

Baca juga: KPK: Target Kami bukan Menjebloskan Banyak Koruptor ke Penjara

Untuk penegakkan hukum, KPK tidak bisa sendirian. KPK butuh bantuan Polri dan Kejaksaan untuk menindaklanjuti beberapa kasus rasuah. Terutama di luar Jakarta dan jauh dari markas KPK.

“Insyallah, kerja keras bersama KPK dan penyelengara negara serta aparatur penegak hukum lainnya, akan mengakselerasi semangat berprestasi untuk membebaskan negeri dari korupsi,” tutur Firli.

Firli berharap hubungan tiga lembaga ini terus akur ke depannya. Dia ingin koordinasi penegakan korupsi antarlembaga di Indonesia terus terjalin untuk memakmurkan negeri.

“Mewujudkan manifestasi cita-cita segenap bangsa Indonesia, agar negeri ini makmur, damai sentosa, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang cerdas, merata dan terasa dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Miangas hingga Pulau Rote,” tandasnya. (OL-1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code