Rabu 27 Januari 2021, 10:00 WIB

PENELITIAN yang diterbitkan di jurnal online General Psychiatry mengungkap tidur siang secara teratur baik bagi kesehatan mental. Hasil penelitian itu menyebut, tidur siang memiliki dampak positif terhadap kesadaran lokasi yang lebih baik, kefasihan verbal, dan kerja memori otak yang lebih baik.

Selain itu, juga ditemukan manfaat lain dari aktivitas tidur siang yang teratur, yaitu harapan hidup yang lebih lama, perubahan neurodegeneratif, dan mengurangi kemungkinan demensia.

Dilansir dari medicalexpress, Selasa (26/1) ada sekitar 1 dari 10 orang di atas usia 65 tahun di negara maju terkena demensia. Seiring bertambahnya usia, pola tidur mereka berubah dengan lebih sering tidur siang.

Tetapi, penelitian yang diterbitkan itu, hingga saat ini belum mencapai konsensus apa pun tentang apakah tidur siang dapat membantu mencegah penurunan kognitif dan demensia pada orang tua atau apakah itu mungkin gejala demensia.

Ilmuwan meneliti sebanyak 2.214 orang yang sehat berusia 60 tahun dan tinggal di beberapa kota besar di sekitar Tiongkok, termasuk Beijing, Shanghai, dan Xian.

Secara keseluruhan, 1.534 orang tidur siang secara teratur, sementara 680 tidak. Semua peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan penilaian kognitif, termasuk Mini Mental State Exam (MMSE) untuk memeriksa demensia.

Rata-rata lama tidur malam responden sekitar 6,5 jam pada kedua kelompok.

Tidur siang didefinisikan sebagai waktu tidur minimal lima menit, tetapi tidak lebih dari 2 jam, dan dilakukan setelah makan siang.  Peserta ditanya seberapa sering mereka tidur siang selama seminggu;  ini berkisar dari sekali seminggu sampai setiap hari.

Tes skrining demensia mencakup 30 item yang mengukur beberapa aspek kemampuan kognitif, dan fungsi yang lebih tinggi, termasuk keterampilan visuo-spasial, kerja memori, rentang perhatian, pemecahan masalah, kesadaran lokasi, dan kefasihan verbal.

Skor kinerja kognitif MMSE secara signifikan lebih tinggi di antara mereka yang tidur siang dibandingkan mereka yang tidak tidur siang.  Selain itu, ada perbedaan signifikan dalam kesadaran lokasi, kefasihan verbal, dan memori.

Ini adalah studi observasional, dan karenanya tidak dapat menetapkan penyebabnya. Dan tidak ada informasi tentang durasi atau waktu tidur siang, yang mungkin penting.

“Tetapi ada beberapa penjelasan yang mungkin untuk pengamatan yang ditemukan,” kata para peneliti. (M-4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code